palingfashion.com

Seputar Fashion Dan Gayahidup

CEK Bansos PKH Tahap II Mei 2022 Secara Online, Login cekbansos.kemensos.go.id Menggunakan Data KTP

Berikut cara mengecek bansos PKH secara online cukup akses laman resmi cekbansos.kemensos.go.id . Bansos PKH diberikan khusus untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Cek penerima bansos PKH melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.

Segera login menggunakan data pada KTP, masukkan nama hingga alamat lengkap sesuai KTP. Bansos PKH pada bulan Mei 2022 sudah memasuki tahap penyaluran yang ke II. Bansos PKH dapat dicairkan secara mudah melalui mesin ATM atau e warong.

1. Pertama buka laman resmi 2. Kemudian login dan masukkan alamat: Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan pada kolom isian, sesuai data di KTP; 3. Lalu, masukkan nama lengkap sesuai KTP;

4. Setelah itu, masukkan kode pada kolom; 5. Jika tidak jelas huruf kode, klik ikon ' reload ' untuk mendapatkan kode baru; 6. Terakhir, tekan tombol "cari" data.

Setelah itu data hasil pencarian akan ditampilkan pada laman . Data yang ditampilkan terdiri dari alamat penerima, periode bansos, dan identitas penerima. Sistem pencarian pada laman, akan mencocokkan Nama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan wilayah yang diinput dan membandingkan dengan nama yang ada dalam database Kemensos.

Bansos PKH diberikan secara bertahap per tiga bulan kepada para penerima bantuan. Tahap I Januari, Februari, Maret

Tahap II April, Mei, Juni Tahap III

Juli, Agustus, September Tahap IV Oktober, November, Desember

A. Ibu Hamil = Rp 3 juta/tahun (Maksimal dua kali kehamilan) B. Anak Usia Dini = Rp 3 juta/tahun

(Usia 0 sampai dengan 6 tahun, masksimal dua anak) C. Anak SD = Rp 900 ribu/tahun (Anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun)

D. Anak SMP = Rp 1,5 juta/tahun (Anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun) E. Anak SMA = Rp 2 juta/tahun

(Anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun) F. Disabilitas Berat = Rp 2,4 juta/tahun (Maksimal satu orang dan berada dalam keluarga penyandang disabilitas fisik dan penyandang disabilitas mental)

G. Lansia 70+ = Rp 2,4 juta/tahun (Maksimal 1 orang dan berada dalam keluarga).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *